INTERAKSI STRATEGI BISNIS DAN KETIDAKPASTIAN LINGKUNGAN (PERCEIVED ENVIRONMENTAL UNCERTAINTY) TERHADAP HUBUNGAN ANTARA EMPAT KARAKTERISTIK SISTEM INFORMASI MANAJEMEN DAN KINERJA ORGANISASI

Kartikawati, Sri (2005) INTERAKSI STRATEGI BISNIS DAN KETIDAKPASTIAN LINGKUNGAN (PERCEIVED ENVIRONMENTAL UNCERTAINTY) TERHADAP HUBUNGAN ANTARA EMPAT KARAKTERISTIK SISTEM INFORMASI MANAJEMEN DAN KINERJA ORGANISASI. Other thesis, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unika Soegijapranata.

[img]
Preview
Text (COVER)
01.60.0021 Sri Kartikawati COVER.pdf

Download (114kB) | Preview
[img] Text (BAB I)
01.60.0021 Sri Kartikawati BAB I.pdf
Restricted to Registered users only

Download (122kB)
[img] Text (BAB II)
01.60.0021 Sri Kartikawati BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (155kB)
[img] Text (BAB III)
01.60.0021 Sri Kartikawati BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (153kB)
[img] Text (BAB IV)
01.60.0021 Sri Kartikawati BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (186kB)
[img] Text (BAB V)
01.60.0021 Sri Kartikawati BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (75kB)
[img]
Preview
Text (DAFTAR PUSTAKA)
01.60.0021 Sri Kartikawati DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (68kB) | Preview
[img]
Preview
Text (LAMPIRAN)
01.60.0021 Sri Kartikawati LAMPIRAN.pdf

Download (160kB) | Preview

Abstract

Perusahaan adalah sebuah organisasi yang memiliki struktur yang kompleks dan bercabang-cabang. Perusahaan membutuhkan strategi yang sesuai dengan kondisi operasional serta tujuan dari masing-masing perusahaan tersebut agar perusahaan dapat berjalan efektif dan efisien. Menurut Miles dan Snow (1978) terdapat empat tipe strategi bisnis yang mungkin digunakan oleh perusahan, yakni tipe strategi prospector, defender, analyzer dan reactor. Tipe strategi prospector adalah tipe strategi yang menyerang atau perusahaan yang menggunakan tipe strategi ini terus menerus mencari peluang pasar dan menjadi creators of change. Sedangkan tipe strategi defender adalah tipe strategi yang bertahan atau perusahaan mempunyai kecenderungan tidak (sedikit sekali) melakukan pengembangan produk dan market. Tipe strategi analyzer merupakan kombinasi dari tipe strategi prospector dan defender. Dan yang terakhir adalah tipe strategi reactor, perusahaan atau manajer puncak seringkali menghadapi perubahan dan ketidakpastian dalam lingkungan organisasionalnya tapi tidak mampu merespon secara efektif. Perusahaan yang menggunakan strategi manapun, pasti membutuhkan sistem informasi akuntansi manajemen yang baik. Sistem informasi ini memiliki peran penting dalam mendukung kinerja perusahaan , baik secara khusus (hanya untuk bagian-bagian tertentu dari perusahaan) maupun secara keseluruhan dari perusahaan. Sistem informasi akuntansi manajemen menurut Chenhall dan Moris (1986) ada empat karakteristik yaitu broadscope, aggregation, timeliness dan integration, masing-masing karakteristik ini memiliki peran yang penting dalam mendukung kinerja organisasi agar menjadi efisien dan efektif. Karakteristik informasi SAM ini masing-masing dapat mengatasi masalah ketidakpastian lingkungan eksternal (Perceived Environmental Uncertainty) yang terjadi pada perusahaan. Dengan adanya dukungan dari empat karakteristik informasi SAM tersebut, perusahaan dapat memprediksi dan meramal apa yang akan terjadi pada pasar / lingkungan sekitarnya, sehingga perusahaan dapat memberikan respon atau timbal balik yang efektif ketika terjadinya perubahan yang dinamis tersebut. Respon yang cepat dan tanggap akan mendukung kinerja perusahaan agar dapat berjalan dengan efektif dan efisien. Hubungan antara strategi bisnis, ketidakpastian lingkungan, karakteristik informasi SAM dan kinerja orgnisasi sangat menarik untuk di analisa dan di teliti.Sehingga penelitian ini bertujuan untuk melihat interaksi yang positif antara strategi bisnis dan ketidakpastian lingkungan (Perceived Environmental Uncertainty) terhadap hubungan antara empat karakteristik informasi SAM (boadscope, aggregation, timeliness dan integration) dan kinerja organisasi. Pada penelitian ini, perusahaan manufaktur dipilih sebagai objek penelitian karena dirasa bahwa perusahaan manufaktur memiliki sistem yang lebih kompleks, sering berhubungan dengan lingkungan eksternalnya dan paling sering menghadapi ketidakpastian lingkungan. Pemilihan objek penelitian dan sampel menggunakan metode purposive sampling, dengan menggunakan jenis data primer dan data sekunder. vii Berdasarkan data sekunder terdapat 377 perusahaan manufaktur skala menegah besar yang terdaftar di Biro Pusat Statistik Semarang tahun 2002, tetapi hanya 43 perusahaan manufaktur skala menengah besar yang mau untuk bekerja sama. Sampel yang dipilih dalam penelitian ini adalah manajer puncak dan manajer menengah. Dari 43 perusahaan tersebut dikirim kuesioner sebanyak 86 kuesioner, tetapi yang kembali dan memiliki data lengkap hanya sebanyak 61 kuesioner saja. Dari hasil penelitian, ditemukan 41 (67,21%) responden yang memilih strategi defender dan 20 (32,79%) sisanya memilih strategi prospector. Secara khusus, permasalahan penelitian ini ada 8 (delapan), tetapi pada abstrak ini, permasalahan akan dikelompokkan menjadi 2 (dua) permasalahan saja, sehingga akan berbunyi sebagai berikut : (1) apakah interaksi strategi bisnis dan empat karakteristik informasi SAM (boadscope, aggregation, timeliness dan integration) berpengaruh terhadap kinerja organisasi ; (2) apakah interaksi empat karakteristik informasi SAM(boadscope, aggregation, timeliness dan integration) dan ketidakpastian lingkungan (PEU) akan berpengaruh terhadap kinerja organisasi. Hipotesis pada penelitian ini ada 8 (delapan), tetapi pada abstrak ini akan dikelompokkan menjadi 2 (dua) hipotesis saja, yakni : (1) Interaksi strategi bisnis dan empat karakteristik informasi SAM (boadscope, aggregation, timeliness dan integration) akan berpengaruh positif terhadap kinerja organnisasi; dan (2) Interaksi ketidakpastian lingkungan (perceived environmetal uncertainty) dan empat karakteristik informasi SAM (boadscope, aggregation, timeliness dan integration) akan berpengaruh positif terhadap kinerja organisasi. Hasil analisis dengan regresi berganda menunjukkan bahwa : (1) Interaksi antara strategi bisnis dan empat karakteristik informasi SAM (boadscope, aggregation, timeliness dan integration) tidak berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja organisasi; (2) Interaksi ketidakpastian lingkungan dan empat karakteristik informasi SAM (boadscope, aggregation, timeliness dan integration) berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja organisasi. Artinya, (1) perusahaan yang bertipe strategi prospector dan defender ternyata sama-sama membutuhkan semua karakteristik informasi SAM untuk menunjang dan meningkatkan kinerja mereka, sehingga tidak ada perbedaan secara signifikan pada kebutuhan informasi bagi strategi prospector maupun defender; (2) Semakin tinggi ketidakpastian lingkungan yang dihadapi oleh perusahaan, semakin dibutuhkannya karakteristik informasi SAM untuk menunjang kinerja organisasi mereka agar dapar berjalan dengan efektif dan efisien.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: > 650 Management > 657 Accounting > Accounting Information System
Divisions: Faculty of Economics and Business > Department of Accounting
Depositing User: Mr Andika Margahadi
Date Deposited: 04 May 2017 03:58
Last Modified: 04 May 2017 03:58
URI: http://repository.unika.ac.id/id/eprint/14013

Actions (login required)

View Item View Item