DAMPAK PUBLIKASI LAPORAN KEUANGAN TERHADAP VOLUME PERDAGANGAN SAHAM (STUDI KASUS 42 EMITEN TERAKHIR BERDASARKAN FREKUENSI PERDAGANGAN TAHUN 2000 PADA BURSA EFEK JAKARTA)

YENNY, - (2002) DAMPAK PUBLIKASI LAPORAN KEUANGAN TERHADAP VOLUME PERDAGANGAN SAHAM (STUDI KASUS 42 EMITEN TERAKHIR BERDASARKAN FREKUENSI PERDAGANGAN TAHUN 2000 PADA BURSA EFEK JAKARTA). Other thesis, Fakultas Ekonomi Universitas Katolik Soegijapranata.

[img]
Preview
Text (COVER)
98.60.0582 Yenny COVER.pdf

Download (133kB) | Preview
[img] Text (BAB I)
98.60.0582 Yenny BAB I.pdf
Restricted to Registered users only

Download (156kB)
[img] Text (BAB II)
98.60.0582 Yenny BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (159kB)
[img] Text (BAB III)
98.60.0582 Yenny BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (131kB)
[img] Text (BAB IV)
98.60.0582 Yenny BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (126kB)
[img] Text (BAB V)
98.60.0582 Yenny BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (30kB)
[img]
Preview
Text (DAFTAR PUSTAKA)
98.60.0582 Yenny DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (28kB) | Preview
[img]
Preview
Text (LAMPIRAN)
98.60.0582 Yenny LAMPIRAN.pdf

Download (774kB) | Preview

Abstract

Di masa sekarang ini, perusahaan seringkali membutuhkan tambahan modal untuk menjaga kelangsungan usaha atau kegiatan operasinya. Menurut sumbemya, modal usaha dapat diperoleh dari dalam perusahaan berupa laba ditahan dan modal pemilik maupun dari luar perusahaan berbentuk kredit atau hutang dari lembaga keuangan atau dari pihak lain. Akan tetapi modal yang diperoleh dari luar perusahaan mempunyai beberapa keterbatasan antara lain adanya batasan kredit dan adanya bunga pinjaman dan jaminan tertentu. Untuk memenuhi kebutuhan ini pasar modal menjadi salah satu altematif pemecahan dengan pertimbangan bahwa selain memperoleh dana, perusahaan juga dapat memperbaiki struktur modal. Untuk memperoleh dana atau modal melalui pasar modal, suatu perusahaan dapat menjual efek atau surat berharganya kepada masyarakat ( go public ) berdasarkan tata cara dan peraturan yang dibuat oleh pemerintah dan otoritas bursa efek I BAPEP AM. Sebagai perusahaan publik (emiten) terdapat konsekuensi yang harus ditanggung, diantaranya adalah adanya foll disclosure dalam memberikan informasi mengenai kondisi perusahaan kepada para investor. Laporan keuangan merupakan salah satu informasi yang lazim dalam pasar modal dan merupakan bentuk pertanggungjawaban manajemen perusahaan publik atas penggunaan sumber daya perusahaan kepada pemilik perusahaan publik atau investor. Penyampaian laporan keuangan dilakukan secara periodik dan tepat waktu baik laporan keuangan tahunan, semitahunan dan triwulanan. Tujuan penyampaian laporan keuangan ini adalah untuk menyediakan informasi mengenai posisi keuangan dan kinerja perusahaan publik. Agar laporan keuangan emiten diketahui oleh para investor, maka laporan keuangan tersebut wajib dipublikasikan melalui surat kabar nasional kurang lebih 120 hari setelah tahun buku. Dengan dipublikasikannya laporan keuangan diharapkan dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan investasi oleh investor dan keputusan investasi ini dapat tercermin pada volume perdagangan saham. Oleh karena itu, penelitian ini berusaha untuk mempelajari dampak publikasi laporan keuangan terhadap volume perdagangan saham di Bursa Efek Jakarta. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui ada atau tidaknya perbedaan yang signifikan antara volume perdagangan saham sebelum publikasi laporan keuangan dibandingkan dengan volume perdagangan saham sesudah publikasi laporan keuangan tahun 2000. Indikator yang digunakan untuk mengetahui volume perdagangan saham adalah Trading Volume Activity ( TVA ). Nilai Trading Volume Activity ( TVA) diperoleh dari pembagian jumlah saham yang diperdagangkan pada suatu waktu dengan jumlah saham yang beredar pada suatu waktu tersebut. Periode pengamatan dalam penelitian ini meliputi 20 han, 10 hari, 5 hari, dan 3 hari sebelum dan sesudah publikasi laporan keuangan tahun 2000. Penentuan periode sebelum tanggal publikasi laporan keuangan dilakukan dengan maksud untuk mengantisipasi jika ada bocoran informasi sebelum laporan keuangan tersebut dipublikasikan kepada masyarakat umum, sedangkanperiode sesudah tanggal publikasi ditentukan karena biasanya reaksi pasar akan teIjadi selama beberapa waktu atau hari akibat adanya suatu peristiwa. Pemendekan periode pengamatan dilakukan untuk menghindari gangguan - gangguan ( noise) dan faktor faktor lain yang akan membuat hasil penelitian menjadi bias. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling dengan kriteria bahwa perusahaan publik atau emiten yang listing sebelum 1 Januari 2000 dan termasuk dalam 50 emiten teraktif berdasarkan frekuensi perdagangan. Dipilihnya saham yang paling aktif diperdagangkan adalah untuk meningkatkan keterwakilan tiap tiap bidang usaha dan sekaligus untuk menghindari kemungkinan tidak bereaksinya volume perdagangan saham saat publikasi laporan keuangan yang disebabkan karena tidak ada transaksi sehubungan memang saham tersebut tidak diminati oleh publik ( tidak likuid ). Dengan kriteria tersebut diperoleh tujuh emiten yang listing pada tahun 2000 dan satu emiten yang delisting pada tahun 2000 sehingga jumlah sampel penelitian ini adalah 42 emiten. Model yang digunakan adalah uji beda dua rata - rata antara sampel berpasangan yaitu rata - rata trading volume activity sebelum tanggal publikasi laporan keuangan dan rata rata trading volume activity sesudah tanggal publikasi laporan keuangan tahun 2000. Untuk mengetahui rata rata TVA sebelum publikasi laporan keuangan dan sesudah tanggal publikasi laporan keuangan dilakukan pembagian jumlah nilai TV A dengan jumlah hari atau periode pengamatan. Setelah perhitungan rata- rata perdagangan saham selesai, langkah berikutnya adalah membandingkan rata-rata volume perdagangan saham sebelum tanggal publikasi laporan keuangan dengan rata - rata volume perdagangan saham sesudah tanggal publikasi laporan keuangan tahun 2000. Langkah terakhir dari proses analisis penelitian ini adalah melakukan pengujian hipotesis (uji t) untuk mengetahui signifikansi perbedaan tersebut sehingga dapat diketahui dampak publikasi laporan keuangan terhadap volume perdagangan saham. Hipotesis penelitian dirumuskan sebagai berikut: Ho Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara volume perdagangan saham sebelum tanggal publikasi laporan keuangan dibandingkan dengan volume perdagangan saham sesudah tanggal publikasi laporan keuangan tahun 2000. Hi = Terdapat perbedaan yang signifikan antara volume perdagangan saham sebelum tanggal publikasi laporan keuangan dibandingkan dengan volume perdagangan saham sesudah tanggal publikasi laporan keuangan tahun 2000. Pengujian statistik terhadap rata - rata TV A seluruh saham sampel akan diperoleh hasil berupa nilai t tabel. Berdasarkan tingkat signifikansi 5% ( txo.OS ) serta degree offreedom ; df= n - 1 uji dua sisi diperoleh t tabel sebesar 2.02L Sedangkan hasil pengujian statistik rata - rata TV A pada peri ode 20 hari, 10 hari, 5 hari, dan 3 hari sebelum dan sesudah tanggal publikasi laporan keuangan tahun 2000 menghasilkan t hitung masing - masing sebesar 0.6527, 1.5751, 1.3136, dan 0.5225. Berdasarkan kriteria pengujian, t tabel ( - 2.021 ) :s; t hitung :s; t tabel ( + 2.021 ) maka Ho diterima dan Hi ditolak, artinya tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara volume perdagangan saham sebelum tanggal publikasi laporan keuangan dibandingkan dengan volume perdagangan saham sesudah tanggal publikasi laporan keuangan tahun 2000. Dari hasil pengamatan terhadap pergerakan volume perdagangan saham diketahui bahwa volume perdagangan saham bergerak sangat fluktuatif baik 20 hari sebelum tanggal publikasi laporan keuangan maupun 20 hari sesudah tanggal publikasi laporan keuangan. Ada hari hari dimana nilai TV A sangat tinggi dibandingkan hari - hari lain. Kondisi ini dapat diindikasilan bahwa terdapat suatu kondisi, peristiwa, atau informasi diluar publikasi laporan keuangan yang menimbulkan reaksi pasar dan sangat mempengaruhi aktivitas perdagangan saham para investor. Publikasi laporan keuangan dirasakan cukup penting oleh sebagian masyarakat atau investor dan dimanfaatkan untuk mengambil keputusan investasi. Hal ini dapat ditunjukan dengan adanya peningkatan rata rata TVA sebelum dan rata - rata TV A sesudah tanggal publikasi laporan keuangan tahun 2000 walaupun peningkatan tersebut tidak signifikan. Dari hasil pengujian tersebut diatas diketahui bahwa banyak informasi lain selain laporan keuangan yang dipublikasikan yang berpengaruh dan digunakan oleh investor untuk mengambil keputusan investasi. Selain itu laporan keuangan tahun 2000 yang dipublikasikan sekitar bulan April 2001 berada dalam kondisi dimana pasar modal Indonesia ( BEJ ) lebih banyak dipengaruhi oleh kondisi ekonomi makro, sosial, politik, dan keamanan dalam negeri. Para investor di pasar modal Indonesia merupakan investor yang berorientasi jangka pendek dalam melakukan investasi ( spekulasi ) sehingga aspek - aspek fundamental emiten kurang diperhatikan. Para investor lebih mengharapkan keuntungan dari fluktuasi harga untuk memperoleh capital gain dalam melakukan investasi di pasar modal. Dari kedua hal diatas dapat disimpulkan bahwa kondisi dan sikap para investor tersebut juga menyebabkan semakin kurang ditanggapinya informasi laporan keuangan tahunan karena investor menganggap informasi laporan keuangan tersebut behrm menberikan informasi yang diperlukan investor untuk melakukan investasi dipasar modal.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: > 650 Management > 657 Accounting > Financial reports
Divisions: Faculty of Economics and Business > Department of Accounting
Depositing User: Mrs Christiana Sundari
Date Deposited: 04 May 2017 03:29
Last Modified: 04 May 2017 03:29
URI: http://repository.unika.ac.id/id/eprint/13963

Actions (login required)

View Item View Item