EVALUASI PENCATATAN TRANSAKSI HUBUNGAN KANTOR PUSAT-CABANG DAN PENYUSUSNAN LAPORAN KEUANGAN GABUNGANNYA YANG DISELENGGARAKAN DENGAN SISTEM DESENTRALISASI (studi Kasus pda CV. Wira Satriya Semarang)

SOEBANDONO, ERWIN (2000) EVALUASI PENCATATAN TRANSAKSI HUBUNGAN KANTOR PUSAT-CABANG DAN PENYUSUSNAN LAPORAN KEUANGAN GABUNGANNYA YANG DISELENGGARAKAN DENGAN SISTEM DESENTRALISASI (studi Kasus pda CV. Wira Satriya Semarang). Other thesis, Fakultas Ekonomi Unika Soegijapranata.

[img]
Preview
Text (COVER)
94.60.0188 Erwin Soebandono COVER.pdf

Download (508kB) | Preview
[img] Text (BAB I)
94.60.0188 Erwin Soebandono BAB I.pdf
Restricted to Registered users only

Download (294kB)
[img] Text (BAB II)
94.60.0188 Erwin Soebandono BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (728kB)
[img] Text (BAB III)
94.60.0188 Erwin Soebandono BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (312kB)
[img] Text (BAB IV)
94.60.0188 Erwin Soebandono BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (706kB)
[img] Text (BAB V)
94.60.0188 Erwin Soebandono BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (150kB)
[img] Text (BAB VI)
94.60.0188 Erwin Soebandono DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Registered users only

Download (58kB)
[img]
Preview
Text
94.60.0188 Erwin Soebandono LAMPIRAN.pdf

Download (652kB) | Preview

Abstract

Persain....~ usaha di era globaIisasi seperti sekarang ini berlangsWlg sangat ketal Banyak macam. cara perusahaan wltuk meningkatkan volwne penjualan dan pendapatannya. Diantaranya dengan menggunakan berbagai macam saIuran distribusi seperti pembukaan agen-agen penjualan ataupun kantor - kantor cabang di berbagai tempal Cara - cara seperti itu pada umwnnya memptmyai tujuan yang sarna, yaitu daIam rangka meningkatkan kemampuan perusahaan untuk menjual produknya. Kantor cabang adalah sebuah unit usaha yang dapat melakukan transaksi bisnis dengan pihak lain, tetapi masib dalam pengawasan dari kantor pusat. ApapWl sifat dan jenis usahanya operasi kantor cabang, biasanya berada di bawah pengelolaan seorang man~er cabang yang bertanggtmg jawab langstmg kepada top man~emen di kantor pus at. Man~er cabang hams melaporkan informasi tentang voltone aktivitas dan basil usaha cabang kepada kantor pusatnya, karena data demikian penting untuk anaIiRa dan pengambilan keputusan. Administrasi yang lengkap terltadap aktiva yang ditempatkan dan hutang-butang atau ke~iban-ke'£8iiban yang timbul di cabang juga diperlukan seperti halnya di kantor pusa,.t... .-..,... .... Sistem pengtll1l{!uliii=danpengoTahaILdati tansi terltadap transaksitransaksi. yang te~adi . iCantor crang ~at dil~an ~epgan berbag~ c~a. Sis~ akuntanSl dapat dlJakSanakan merfurt.!t slstem sefitrahSaBl deEentrallsasl. ( Radon - Hamanto, 1~96, hal. 170}. ada Sl-stem sentralisasi kantor cabang cukup mengumpnlkan dokume!1-dlffimen dasar. seperti f peLtiuhlan, faktur pertiualan, faktur pen~luaran kas dan bukti-bukti lainnya. Dokwnen-dQkumen dasar itu . dikirimkall cpada kantor pusat untu! icafat di dalam buku J dan rckeningrekening BUIW besalllYa. Sedangkan pads slstem desentrali t, kantor cabang menyelenggarakan pe bukuan alas t;r¢lsSfsi-tnmsaksi yang terjakli pada cabang yang bersangku secara engkap. ~alltia sistem desentrarsasi dil sanakan, susunan dan klasifiRasi rekening-rekening pembukuan pada c ang mengikuti dan sesoai dengan SUSWlf1 dan klas· fikasi yang djp3kai paoa kahtor pusatny Dalam perusaliaan yang mempWlyai kantor cabang, lm>oran keuangannya disusun de I menggabungkan ant .aporan keu~ indiv'tluaI kantor cabang dengan lapo keumgan kantof. pus _ LaPo keuangoo . tmgan ini disusun dengan menjumlafikal unSlU"- y g ejenis dari aldl kewajiban, ekuitas, pendapatan dan be an. Lapbnw keuangan gabungan Fg disosun harns dapat menyajikan informas eUfWgan dari l<elompok pernsallaan tersebut sebagai satu kesatuan ekonomi. cv. Wira Satriya ada! sebDah erusahaan yang bergerak da!am. bidang percetakan, penerbitan,dan perdagangan alat-aIst tulis dan perlengkapan kantor. Untuk meningkatkan volwne penjualannya maka perusahian ini membuka kantor cabang. Sistem pengumpulan dan pengolahan data akuntansi terltadap transaksi-transaksi yang terjadi dilakukan dengan sistem desentra!isasi. Ciri pokok yang menghubungkan pembukuan di kantor pusat dengan cabangnya ialah adanya rekening Kantor Pusat di dalam pembukuan kantor cabang dan rekening kantor cabang di dalarn pembukuan kantor pusat Kedua rekening tersebut merupakan rekening timbal balik Rekening kantor pusat yaitu suatu rekening khusus yang berflUlgsi sarna dengan rekening modal di dalam perusahaan pada umumnya , yang dibentuk untuk menampung selisih antara aktiva dan hutang-hutang kantor cabang, sedangkan rekening kantor cabang adaIah rli!kli!ning untuk investasi atau pli!nanaImUl modal olli!h kantor pusat di cabang yang bersanglrutan. Selama ini dalam melakukan pencatatan dan pengolahan daia akuntansinya, perusahrum tidak menyelenggarak311 rekening-rekeniog timbal balik ( rekening kantor pusa! dan rekening k3lltor cabang ) yang merupakan rekening yang menghubungkan pembukuan di kantor pusat dan cabangnya Selain ito, CV. Wira Satriya dalam menentukail harga barang dagangan yang dikirimkan ke cabang dengan tambahan 10 % di atas harga pokok. Penyusunan laporan keuangan gabungan pusat dan eabang yang dibuat oleh perus~ tidak menyatakan kembali persediaan awal dan akhir barang-barang eabang ke dalam harga pokok yang sebenamya Hal tersebut akan mempengaruhi jumlah laba yang dihasilkan mtuk laporan rugi laba. gablmgan dan jwnlah aktiva pada neraca gabungan, yang pada akhimya juga menghasilkan laporan keuangan yang kurang informatif PenullUS9tl masalah dalrun penelitian ini adalah (1) Apakah pencatatan untuk transaksi husbungan k3lltor pusat &n cabang dengan sistem desentralisasi yang dilakuk3ll oleh perusahaan sudah tepa! sesuai teori atau tidak ? (2) Apakah proses penyusumm laporan keuangan gablmg3ll Pusat Cabang yang dilakukan oleh perusahaan sudah tepat sesuai dengan teon atau ti ? TujU3ll dari penelitian ini 8iij)ah wtuk menjawab pertanyaan apakah peneatatan untuk transalfSl u ·tmgan kantor: pus· dan cabang dengan sistem desentralisasi yang dil~ oleh perusahaan sudalip.at sesuai dengan teori atau tidak ? dan Apakall proses penyusnnan l~oran keuangrul ungan prnmt cabang yang dilakukan oleh pe ahaan sudah tepat sesuai deng'dn teori ~ tidak 1. Untuk menjawal) per..anyaao - pertanyaan terse but iiilakukan Heogan : 1. Evaluasi t rl1ad~ p catatan tnt! i yang me y'91iglwt bw,!SaD kantor pusat dan aoang, pada kantcr pus'at dan antor cabang. Evalu i I ersebut di lakukan dengaIl cara memerilc jurnal dibuat oleh perusahaan baik . p at m~un di cabang yaIlg mellyangkut hubung3IJ. kantor usaf: dan COO3IJ.g. J ' a1 - jmnal tersebut i antaranya adalah jumal101fnk mene at: a Pe r imaIl b3liNlg dagaIlgan oleh kantor pusat k*(pada cabangnya, yang berarti menam ah jwnlah mvestas· di eabang. b. Pengi iman uang (i~iKantO.I'ab ~~e kanto pusal c. Pengi·m aktiva tetap d~ karitOF p..usat ,e ,kantor capatlS. d Biaya yang dikeluanmn oleh. 9lltor . pus at dibebank911 ke kantor cabaIlg. ,~ .. 2. Evaluasi terhad al baik oleh pusaf: maupun cabang. Secara periodik baik di Kanter. e8bang maupun k3lltor pusat menyusunlaporan keu911gannya secara individual. Untuk proses penYUSWl911 lapor911 keuangan periodik pada kautor cabangjuga dilaksauakall seperti biasanya pada perusahaanperusahaan (badan-badan usaha) y3Ilg berdiri sendiri. Langkah - langkahnya dimulai ketika transaksi yang terjadi didukullg oleh dokumen swnber. Dokumen ini merupakan catalan asli penduknng setiap transaksi. Contoh dokumen srnnber mencakup slip penjualan, eek, pesanan pembelian, slip penel·imaan kas, dan lain-lain. Dokumen sumber disimpan dalam arsip sehingga dapa! digunakan Wltuk memperkuat keakuratan peneatatan transaksi jika diperlukan. Pada langkah kedua, anal isis transaksi ditempaikan pada buku jW11al wnwn. Penjurnalan transaksi adalah proses pemasukan transaksi ke dalam jurnal. Langkah selanjutnya adalah posting tranksaksi ke Buku Besar. Membukukan ( posting) adalah pemindahan jwnlah dari jurnal ke rekening yang tepat dalam buku besar. Sesudah ayat jurnal dibukukan ke buku besar, langkah selanjutnya dalarn proses pencatatan transaksi adalah penyiapan neraca saldo. Neraca saldo adalah daftar semua rekening beserta saldonya Jadi, tujuan neraca saldo adalah : (1) membantu memeriksa keakuratan pembukuan dengan membuktikan apakah total debet sarna dengan total kredit, dan (2) untuk menetapkan ikhtisar sal do yang tepat dalam semua rekening untuk penyiapan lapornn keuangan resmi. Langkah selanjutnya adalah penyesuaian. Kebutuhan akan ayat jurnal penyesuaian ini berasal dari kenyataan bahwa beberapa transaksi teIjadi yang diakui hanya pada akhir peri ode alamtansi. Sebagai eontoh. ayat jwnaJ lUltuk beban penyusutan dan jatuh tempo sewa dibayar di muka disusun pada akhir periode alomtansi. Setelah penyesuaian dibuat, maka sal do dari rekening - rekening tersebut dipindahkan ke Neraea saldo yang sudah dises lean. Langkah terakhir adalah memindahkan saldo -saldo dalam Nemea s do Yar.!8 sudah disesuaikan tersebut ke dalam Laporan Rugi Lab dan 'Neraea: Dari pe an mgan lan~ah - langkah pros ,8 . eneatatan transaksi antara perusahaan e gan yang seGUai menurut teori dap~ j simpulkan bal},wa proses penyusunan ~oran keuayga.'I individUM baik di pusat ataupun di eabang yang dilakukan () eh perusahaan sudaD eesuai dengrut tt'ori. Ihi ditunjukkan dengan langka!l - lallgkah yang dilakukan erusahaan daIam pros Renealatan transaksi sampai enjadi laporan keuang snHah sesuai dengan menill'Ut t ori. Basil evaluasi menmuukkan bahwa jumlah ~aba bersilJi di kantor pusat sebes iRp. 85.510.825,0 dl / k t r cabang s esal" . 48.722.300,00. Sedan an laba! bersih di perns aan ltuk Rantor at sebesar Rp. 81.50 . 125,00 d di kantor cabanl}sebe ar Rp. 50. 22.300,00 il evaluasi men jukkan b ah~a jlUDlah. n raca ( .iiV3 = pasiva ) di kantor Rusat sebes 'Rp. l.:H3.954.825,OO d di kantoli C ang sebesar Rp. 337.484. 5,00. S dangkan . kaqtor p sat perns , aan , sebesar Rp. 1.202.11 .250,00 dan Cli kantor c Bl18 ebe 'ar Rp. 416.66 . 25,00. 3. Evaluasi te ~ penyusun oran Keuangan a UI \gan Pusat Cabang, Apabila barang b ,ang di Cabang dinot di atas Harg Pokok Apabila barW1S-b g 1ll1tuk cabang di ole: ded: harga yang berbeda dari harga pokoknya, maim timbul pe saruall-pefisoalan khusus di dalam penyusunanlaporan keuangan gabung- gn,1 F' Persoalan-persoalall khusus yang perlu dipematikan antara lain : • Persediaan akhir barang-barang pada neraca kantor cabang . yang nilainya berbeda dari harga pokok sebenamya, hallls dinyatak3ll kembali dalam nilai harga pokok semula agar menuUlgkinkan penymtunan neraca gaboogall. • Persediaan awal dan akhir barang-baran8 pada laporan perhilungan rugi-Iaba cabang hams dinyatakan kembali dalam harga pokok yang sebenarnya • Untllk mempennudah penyusluum 18por811 keuang1l1l gabl.i"nga1l biasanya daftar lajur (working papers) dibuat atas dasar dat.a neraca sisa dari pusat dan cabangnya XVI A Evaluasi Dafiar Lajur PenyusWlan

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: > 650 Management > 657 Accounting > Financial reports
Divisions: Faculty of Economics and Business > Department of Accounting
Depositing User: Mrs Christiana Sundari
Date Deposited: 30 Mar 2017 06:15
Last Modified: 30 Mar 2017 06:15
URI: http://repository.unika.ac.id/id/eprint/13064

Actions (login required)

View Item View Item