PERANCANGAN BUKU VISUAL SENI RAJAH SUKU DAYAK IBAN KALIMANTAN BARAT

Vincent, - (2016) PERANCANGAN BUKU VISUAL SENI RAJAH SUKU DAYAK IBAN KALIMANTAN BARAT. Other thesis, Fakultas Arsitektur dan Desain Unika Soegijapranata.

[img] Text (COVER)
11.13.0087 Vincent COVER.pdf
Restricted to Registered users only

Download (210kB)
[img] Text (BAB I)
11.13.0087 Vincent BAB I.pdf
Restricted to Registered users only

Download (348kB)
[img] Text (BAB II)
11.13.0087 Vincent BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (344kB)
[img] Text (BAB III)
11.13.0087 Vincent BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (538kB)
[img] Text (BAB IV)
11.13.0087 Vincent BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (592kB)
[img] Text (BAB V)
11.13.0087 Vincent BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (174kB)
[img]
Preview
Text (DAFTAR PUSTAKA)
11.13.0087 Vincent DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (123kB) | Preview

Abstract

Indonesia merupakan negara yang kaya budaya dan keragaman etnik dari Sabang sampai Merauke. Setiap daerah yang ada di Indonesia memiliki ciri khas kebudayaan masing-masing. Khususnya Suku Dayak Iban di Kalimantan Barat yang mempunyai tradisi dan adat-istiadat dalah hal merajah tubuh. Sayangnya, seiring dengan masuk nya era globalisasi, masyarakat Indonesia khususnya dewasa muda, telah meninggalkan budaya bangsanya sendiri dan cenderung untuk lebih mengikuti dan mempopulerkan kebudayaan asing sehingga kearifan dan nilai luhur dari seni rajah Suku Dayak Iban mulai punah, dilupakan, bahkan tidak lagi dikenal oleh bangsa Indonesia sendiri. Pengaruh dari era globlasisasi dan era modernitas dari kebudayaan asing yang masuk ke Indonesia memang sudah tidak bisa dielakkan, sehingga hal yang dapat dilakukan adalah tetap mengikuti perkembangan zaman tanpa mengkesampingkan segala yang menjadi tanggung jawab warga negara untuk tetap menjaga dan melestarikan budaya yang ada didalam negara tersebut. Dengan memberikan informasi dan mengedukasi generasi muda tentang masih adanya budaya seni rajah tradisi di era yang modern ini, maka secara tidak langsung akan merevitalisasi dan menghidupkan kembali eksistensi seni rajah tradisi, sehingga dapat dikenal dan disandang oleh masyarakat luas. Sehingga bila tato memang lagi tidak dikenakan sebagai sebuah tanda dan identitas, ia akan tetap hidup sebagai hasil dari seni dan tradisi di Kalimantan Barat. Selanjutnya kita akan memiliki generasi yang paham tentang baik dan buruknya, juga sejarahnya. Dengan demikian tidak mudah terjadi latah untuk bertato tanpa memahami makna di dalamnya.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: 300 Social Sciences > Culture
Divisions: Faculty of Architecture and Design > Department of Visual Communication Design
Depositing User: Mr Ign. Setya Dwiana
Date Deposited: 04 Oct 2016 00:42
Last Modified: 04 Oct 2016 00:42
URI: http://repository.unika.ac.id/id/eprint/11660

Actions (login required)

View Item View Item